Pernah ki' merasakan ini? Alarm HP bunyi jam 6 pagi. Mata terbuka, tapi badan menolak keras untuk bangun dari kasur. Di pikiran sudah terbayang harus mandi, berpakaian rapi, dan menembus jalanan yang kembali padat. Melangkahkan kaki masuk ke gerbang kantor misalnya di kantor tempat kita beraktivitas setelah seminggu lebih bersantai rasanya butuh kekuatan mental yang luar biasa ekstra.
Sampai di meja kerja, bukannya langsung produktif, kita malah bengong menatap layar monitor. Apalagi kalau melihat ada tumpukan draf laporan perjalanan dinas dari bulan lalu yang belum rampung, rasanya ingin putar balik saja motor ta' pulang ke rumah dan sembunyi di balik selimut, toh?
Tenang, Bosku. Ki' tidak sendirian, dan ki' bukannya tiba-tiba jadi karyawan yang pemalas. Perasaan berat, lelah, dan tidak semangat ini punya penjelasan ilmiah. Namanya adalah Post-Holiday Blues atau sindrom kesedihan pasca-liburan.
Kenapa Otak Kita "Mogok" Kerja?
Semua ini berawal dari permainan hormon di dalam otak kita.
Selama libur Lebaran kemarin, kita bangun siang, makan enak berkali-kali, kumpul bareng keluarga, dan tidak ada bos yang menagih deadline. Saat kita melakukan hal-hal menyenangkan ini, otak kita dibanjiri oleh hormon Dopamin dan Serotonin (hormon kebahagiaan). Kita berada di puncak kenikmatan.
Nah, ketika liburan tiba-tiba usai dan kita harus kembali ke realita rutinitas kerja, suplai hormon bahagia itu mendadak "terjun bebas". Penurunan drastis inilah yang membuat tubuh dan pikiran kita shock. Otak kita seakan memprotes, "Loh, kemarin kita lagi senang-senang, kenapa sekarang disuruh mikir keras lagi?"
Kontras yang sangat tajam antara kebebasan saat liburan dan aturan ketat di tempat kerja inilah yang melahirkan rasa lelah, cemas, susah fokus, bahkan gampang marah (cranky) di hari-hari pertama masuk kerja.
Cara Elegan Mengatasi 'Post-Holiday Blues'
Sindrom ini wajar, tapi jangan dibiarkan berlarut-larut sampai merusak performa ta'. Ini ada beberapa cara untuk "merayu" otak agar mau diajak kerja sama lagi:
- Jangan Langsung 'Tancap Gas': Ini kesalahan paling umum. Jangan langsung mengerjakan tugas yang paling berat atau rapat strategis di hari pertama masuk. Mulailah dengan tugas-tugas ringan. Balas email yang menumpuk, rapikan folder di komputer, atau sekadar menyusun jadwal minggu ini. Beri waktu otak untuk pemanasan.
- Rapikan Meja Kerja Ta': Percaya atau tidak, meja kerja yang bersih dan rapi bisa mengelabui otak agar merasa lebih segar dan siap memulai sesuatu yang baru. Singkirkan kertas-kertas yang tidak perlu, lap debu di monitor, bikin suasana senyaman mungkin.
- Bawa Aura Liburan ke Kantor: Coba cerita-cerita pengalaman seru atau kejadian lucu pas Lebaran kemarin ke teman-teman sekantor. Sesi halal bihalal kecil-kecilan di jam istirahat ini bisa memancing kembali hormon bahagia ta', membuat transisi kerja jadi lebih hangat.
- Rencanakan 'Kesenangan' Kecil Berikutnya: Otak kita suka hal-hal yang dinantikan. Coba rencanakan aktivitas seru untuk akhir pekan ini, entah itu sekadar nongkrong ngopi, nonton film baru, atau riding santai. Mengetahui ada hadiah di ujung minggu akan membuat kita lebih semangat melewati hari-hari kerja.
Rasa malas dan berat kembali bekerja setelah libur panjang itu adalah bukti bahwa kita manusia biasa yang menikmati kebahagiaan. Terimalah perasaan itu, jangan terlalu keras pada diri sendiri di hari-hari pertama.
Pelan-pelan saja, selesaikan satu per satu laporan atau tugas yang ada di depan mata. Dalam dua atau tiga hari, ritme sirkadian dan kebiasaan kerja ta' pasti akan kembali normal. Semangat ki' kembali berkarya, Bosku!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar